Perjalanan The Legends…

Perusahaan asuransi yang jadi penjamin The Beatles, Lloyd’s London, seringkali dilanda kecemasan besar kalau band ini tur ke luar negeri. Pasalnya kalau saja ada satu personil The Beatles yang cedera, meskipun ringan sekalipun, perusahaan asuransi ini harus membayar duit pengganti kerugian sebesar 5,5 juta dolar Amrik.
The Beatles sangat mempengaruhi perkembangan musik di tahun ’60-an, terbukti banyak banget band yang tampil dengan imej nyaris mirip dengan mereka. Padahal para personil The Beatles sendiri selalu berusaha keluar dari imej mereka. Buktinya mereka beberapa kali sempet bikin proyek di luar band dan memakai nama samaran.

Nama-nama samaran yang pernah dipakai para personil The Beatles diantaranya adalah :
John : Joel Nohnn, John O’Cean, Dr. Winston O’Boogie, Dr. Winston O’Reggae, Dr. Winston O’Ghurkin, Pdt. Thumbs Ghurkin, Pdt. Fred Ghurkin, John St. John Johnson, Captain Kundalini, Dr. Dream, Dwarf McDougal, Mel Torment.
Paul : Bernard Web, Apollo C,. Vermouth, Paul Ramon, Percy Thrillington
George : L’Angelo Misterioso, George O’Hara, George O’Hara Smith, George Harrisong, Son of Harry, Hari Georgeson, P. Roducer, Jai Raj Harisein, Nelson Wilbury.
Ringo : Richie, Richie Snare, English Ritchie.

Pada tanggal 26 Oktober 1965, The Beatles dianugerahi gelar kebangsawanan MBE (Member of British Empire) oleh Ratu Elizabeth di Istana Buckingham, London. Tapi penganugerahan gelar kepada the beatles ini disambut protes dari sejumlah publik figur yang mendapat gelar sama, terutama dari kalangan militer dan pahlawan perang. Malah ada yang mengembalikan medali MBE ke istana sebagai bentuk protes.

Pada tanggal 24 Juli 1967, The Times, media massa Inggris, menerbitkan sebuah artikel yang isinya cukup mengejutkan publik luas. Pada artikel ditulis kalau keempat personil The Beatles dan manajer mereka, Brian Epstein, mendukung petisi untuk melegalkan penggunaan mariyuana (semacam narkotika). Terang saja kalau gara-gara ini banyak orang tua yang mengecam, tapi di sisi lain The Beatles makin dipuja-puja oleh kalangan yang ingin memberontak terhadap nilai-nilai kemapanan.

Banyak yang mengira kalau personil The Beatles dan The Rolling Stones terlibat pada perseteruan soal siapa yang paling hebat diantara mereka. Padahal kedua band ini merupakan teman yang sangat akrab. Saking akrabnya, para personil The Beatles mengenalkan pemakaian “drugs” dan narkotika kepada para personil The Rolling Stones dan sering mabok bareng. Pengalaman The Beatles menggunakan LSD semacam drugs yang bisa disebut “acid”, pertama kali adalah seseorang dengan diam-diam mencampurkan zat tersebut pada minumannya John dan George pada sebuah pesta makan malam di London. Meski sebelumnya para personil The Beatles sudah terbiasa minum pil doping dan mengisap ganja, tapi pengaruh LSD lebih gawat lagi. Belakangan LSD jadi “konsumsi tetap” para personil The Beatles, dan bikin musik yang digarap jadi semakin dahsyat.

Tahun 1967 hingga 1969 adalah masa-masa paling berat yang harus dilalui para personil The Beatles selama kebersamaan mereka. Terutama setelah kematian tragis menimpa manajer sekaligus sahabat mereka paling dekat, Brian Epstein. Kesulitan yang dialami The Beatles lantaran mereka nggak siap me-“manage” karir band sendiri. Tanggal 1 September 1967, atau tepatnya 5 hari setelah kematian Brian Epstein, keempat personil The Beatles berkumpul di rumah Paul McCartney yang terletak di kawasan St. John’s Wood, untuk membahas masa depan band. Cuma masalah yang dibahas pada pertemuan ini adalah soal pembuatan film “Magical Mystery Tour” yang berasal dari ide Paul McCartney. Pada pertemuan ini sempet muncul pertikaian antara John dan Paul, lantaran belum ada skrip yang jelas soal film ini. Inilah awal dari perseteruan antara dua tokoh utama The Beatles.

Pada bulan Februari 1968, tiga personil The Beatles, John, Paul, dan George pergi ke India untuk belajar meditasi dibawah bimbingan Maharishi Mahesh Yogi. Meditasi ini berakhir pada bulan Maret 1968. Meditasi ini harus dipersingkat lantaran ada rumor yang tidak beres soal guru mereka tadi. Isu yang beredar adalah Maharishi berusaha memperkosa teman seperjalanan mereka, Mia Farrow.
Bulan Mei 1968, perpecahan dalam tubuh The Beatles mulai senter. Diawali dengan keinginan John dan Paul untuk menjadi pemimpin, menggantikan Brian Epstein. Tapi masalah ini berkembang besar setelah John sering ngajak Yoko Ono, pacar barunya, menghadiri sesi rekaman The Beatles di studio Abbey Road. Padahal para personil The Beatles pernah sepakat untuk tidak mengajak pacar atau istrinya selama proses rekaman. Buntutnya masing-masing personil jadi males buat ikutan proses rekaman secara bersama, dan cuma datang untuk menyelesaikan bagiannya sendiri saja.

Bulan Mei 1968, The Beatles mengumumkan dibentuknya perusahaan bisnis milik mereka bernama Apple Corporation Ltd. Ide pembentukan perusahaan ini menurut para personil The Beatles adalah sebagai usaha untuk meredam berkembangnya paham komunisme ala barat. Pada tahun 1969, para personil The Beatles mulai melakukan kegiatan masing-masing dan nggak peduli lagi soal karir band. John sibuk dengan kegiatan aktivis perdamaiannya, Paul mulai bersolo karir, Ringo sibuk pengen jadi bintang film, George sibuk bikin musik bareng sahabatnya, Eric Clapton. Paul sempet memutuskan untuk menjadi pemersatu The Beatles sebagai pimpinan. Tapi ide ini ditolak oleh tiga personil lainnya. Puncaknya George mengumumkan pengunduran dirinya pada tahun tersebut.

Tanggal 13 September 1969 jadi hari kelabu untuk The Beatles saat John Lennon ngeluarin “statement” resminya, keluar dari The Beatles. “Statement” ini diucapkan saat perjalanan tur Plastic Ono Band ke Toronto, Kanada. Lantas pada medio Februari 1970, giliran Paul McCartney yang bikin “statemen” cabut dari The Beatles. “Statement” ini langsung disampaikan kepada John Lennon. Akhirnya pada tanggal 10 April 1970, Paul mengumumkan secara resmi kalau The Beatles bubar. John merasa kesal dengan pengumuman resmi Paul ini, pasalnya dia merasa keduluan.
Tahun 1994 para personil The Beatles yang tersisa kembali masuk studio rekaman untuk menggarap album “The Anthology”. Meski John Lennon sudah meninggal, ketiga personil The Beatles berhasil membuat sebuah singel baru berjudul “Free As A Bird”. Lagu ini adalah karya John Lennon yang sempet direkam oleh Yoko Ono. Album ini mampu meraih sukses besar di pasaran sepanjang tahun 1995-1996.

~ oleh denasar pada November 4, 2008.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: